
"Kepada, Yth. Tuhandi SurgaAku, anak seorang petani miskin. Ayahku hanya berpenghasilan sedikit sedangkan ibuku hanya buruh cuci. Aku ingin sekali memiliki sebuah sepeda. Namun, ayahku tidak mampu membelikannya.Bisakah kau memberikan aku uang sebesar Rp.1.000.000,-, karena selain untuk diriku, uang itu akan kugunakan pula untuk keluargaku.Terima kasih, Tuhan.
Si anak mengirimkan surat itu kepada tukang pos. Namun, semua surat yang akan dikirim harus diseleksi oleh tukang pos dan ia pun iba dengan surat yang ditulis oleh anak tersebut.
Tukang pos tersebut, kemudian mengirimkan surat tersebut ke gedung DPR.
Seorang anggota DPR yang iba membaca surat itupun kemudian mengirimkan uang Rp.150.000,- karena menganggap uang itu terlau besar untuk anak seusianya.
Beberapa hari kemudian, si anak menerima uang dan kembali mengirimkan surat tanda ucapan terima kasih.
"Kepada, Yth. Tuhan
Terima kasih atas uang yang telah diberikan kepadaku. Uang ini cukup untuk membeli sepeda bekas di desaku.
Tapi, jika engkau ingin mengirimkanku uang lagi. Jangan lewat DPR ya tuhan, uang aku dikorupsi Rp. 850.000,- disana.
Terima kasih, Tuhan.



Komentar :
Posting Komentar