
Pertama, kita harus waspada saat menantikan kedatangan-Nya. Lukas 12:37 menyatakan, “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.” Jadi dalam menjalani kehidupan kita, seharusnya pikiran kita tidak terperangkap akan pengejaran duniawi seperti apa yang akan kita makan, minum, pakai atau gunakan. Sebaliknya, pikiran kita tetap harus terarah pada hal-hal sorgawi dan mengejar apa yang kekal. Kita harus mencari, lebih dari semua yang ada saat ini, adalah hal-hal Kerajaan Allah, dimana Yesus Kristus memerintah dan berkuasa.
Kedua, kita harus siap untuk pergi kapan saja. Ijinkan saya menanyakan hal ini: Jika Yesus Kristus datang kembali hari ini, apakah Anda siap untuk pergi bersama-Nya? Jika Kristus datang menjemput Anda saat ini juga, apakah keberadaan Anda memalukan atau membuat-Nya malu? Jika demikian, maka Anda perlu merubah kehidupan Anda. Jika Anda tidak hidup dengan cara yang menyenangkan hati-Nya, maka ketika Dia datang secara tiba-tiba, Anda akan terkejut.
Ketiga, kita harus menjadi semakin seperti Yesus Kristus tiap-tiap hari. Berdasarkan 2 Petrus 3:11-14 dikatakan, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” Jika Anda merasa yakin bahwa kedatangan-Nya kembali sudah dekat, maka hal tersebut pasti akan mempengaruhi cara hidup Anda. Anda akan semakin memurnikan dan menguduskan hidup Anda sama seperti Tuhan yang kudus (1 Yohanes 3:3).
Empat, kita perlu menantikannya dengan penuh kerinduan. Apakah Anda pernah menantikan seseorang dengan penuh kerinduan? Anda akan menatikan suara mobil atau motornya. Sesekali Anda akan membuka jendela atau pintu dan melongok keluar menantikan kalau-kalau orang yang Anda tunggu sudah datang. Demikian juga seharusnya kita menantikan kedatangan Yesus Kristus. Kita akan memeriksa tanda-tanda yang ada sebagaimana Alkitab katakan, dan mempersiapkan diri untuk kedatangannya.
Yang terakhir, kita harus terus bekerja (Lukas 12:43). Sambil memeriksa tanda-tanda kedatangan-Nya kita harus terus mengerjakan bagian kita, sebagaimana Yesus perintahkan yaitu memenuhi Amanat Agung-Nya. Jadi, ketika kita nanti di jemput oleh Yesus, kita tidak sendiri tetapi membawa banyak orang masuk ke dalam Kerajaan Sorga.



Komentar :
Posting Komentar